<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<channel>
<title>BLOG PENGURUS</title>
<link></link>
<description></description>
<generator>Webon.com</generator>
    <item>
      <title>REPOSISI KAMMI.....Daerah Sukabumi</title>
      <link>1507904/entry/17964/reposisi-kammi-daerah-sukabumi.html</link>
      <description>&lt;p&gt;AMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)&amp;nbsp; Daerah Sukabumi akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA II)&amp;nbsp; 3 januari ini. Momentum ini sangat tepat bagi KAMMDA sukabumi&amp;nbsp; untuk melakukan evaluasi pergerakannya yang telah menggenapkan usianya yaitu menginjak 5 tahun. Secara &lt;em&gt;de facto&lt;/em&gt;, KAMMDA sukabumi telah berkontribusi dalam upaya mendesak perubahan di belantika lokal dan nusantara selama ini&amp;nbsp; ini. Namun demikian setelah 5 tahun usianya, penting untuk melakukan evaluasi fundamental pergerakan yang selama ini telah dikembangkan, dan perlu kiranya untuk melakukan konsolidasi internal.&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Evaluasi ini dianggap signifikan mengingat tantangan yang dihadapi gerakan sosial kemahasiswaan dan bangsa Indonesia saat ini semakin kompleks dan beragam. Tantangan itu sendiri semakin meluas baik dalam skala nasional maupun skala global.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;ldquo;&lt;strong&gt;Jungkir Balik&amp;rdquo; Teori&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Secara nasional maupun global, kita hadir di era yang serba tidak terduga. Peralihan dari era industri ke era informasi telah membawa konsekuensi logis pada percepatan perubahan peradaban manusia, baik dalam hal penemuan sains dan teknologi, fakta politik dan ekonomi, perubahan budaya kemanusiaan, hingga peralihan kutub peradaban dunia. Bahkan dalam bidang sains sosial politik telah banyak teori-teori yang diyakini kuat mengalami &amp;ldquo;jungkir balik&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Teori hubungan yang selalu &lt;em&gt;vis a vis&lt;/em&gt;semisal, hubungan negara dan agama, partai nasionalis dan partai agamis, sudah mengalami pembiasan. Begitu juga nasib teori hubungan sosial politik santri, abangan, dan priyayi. Masing-masing terma yang sarat ideologis&amp;mdash;dan bahkan secara jujur dalam sejarah diwarnai darah&amp;mdash;ini telah mengalami transformasi dari sekularisasi ke de-sekularisasi. Fakta sosial yang berkembang saat ini mengalami perubahan pola yang jelas sangat berbeda dengan 50 tahun sebelumnya. Dengan kata lain temuan-temuan ilmiah terbaru menemukan hari ini memasuki fase integralisme.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Perkembangan terakhir, dengan jatuhnya kedigdayaan finansial AS serta merta telah meruntuhkan teori-teori peradaban yang berkembang pada dua dekade lalu. Teori Huntington mengenai &lt;em&gt;the class of civilization&lt;/em&gt; tidak menjadi kenyataan. Karena faktanya, Barat tidak jatuh oleh serangan peradaban lain, melainkan ambruk oleh rayap dari dirinya sendiri. Sebagaimana kedigdayaan Nabi Sulaiman yang jatuh oleh rayap di tongkatnya.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Begitu juga prediksi Fukuyama mengenai akhir demokrasi ini akan dimenangkan oleh kapitalisme, nyatanya tidak terbukti secara empirik. Perkembangan spiritualitas di Barat pun turut membalik teori piramida kebutuhan dasar manusia (&lt;em&gt;basic needs&lt;/em&gt;) Abraham Maslow. Danah Zohar dan Ian Marshall, penulis buku Spiritual Capital membalik teori itu dengan temuan faktual bahwa kebutuhan dasar manusia adalah makna (&lt;em&gt;meaning&lt;/em&gt;) bukanlah kecukupan fisiologis.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Perkembangan mutakhir ini mau tidak mau menuntut semua pihak untuk berani menawarkan konsep baru dalam meretas peradaban ke depan. Begitu pula dengan perjalanan Indonesia ke depan, dibutuhkan konsep baru yang berbeda dengan bangunan teori-teori yang kini menjadi teori klasik. Konsep baru ini harus didialektikakan di lapangan baik dalam uji pemikiran maupun dalam implementasi. Hal ini penting untuk menemukan realitas baru dalam rangka membangun bangsa dan peradaban yang lebih mencerahkan.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Oleh karena itu dalam konteks gerakan, penting bagi KAMMI untuk tidak bergerak dalam pola yang tunggal semisal bersifat &lt;em&gt;vis-a-vis&lt;/em&gt;, melainkan mengujicobakan dalam pola-pola yang lebih variatif dan menekankan bobot intelektual. Namun demikian, hal ini bukan berarti meninggalkan karakter khasnya yang dikenal tegas dalam bersikap. Sebagai organ yang memiliki visi kepemimpinan, sikap ini harus terinternalisasi bersamaan dengan ilmu pengetahuan yang menjadi basis pijakannya. Sebab tantangan kepemimpinan masa depan adalah perubahan, kompleksitas, dan keragaman yang hanya dapat dilihat oleh kapasitas pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;Multiposisi Gerakan Mahasiswa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Perubahan-perubahan teoritis di atas tidak dapat diabaikan. Sebab hal tersebut merupakan realitas tersendiri yang hidup menyertai persepsi mutakhir manusia pada abad ini. Gerakan mahasiswa, &lt;em&gt;in clude&lt;/em&gt; di dalamnya KAMMI, juga dituntut untuk lebih mematangkan politik kontribusi. Politik kontribusi menekankan aspek kontribusi real yang bisa diberikan pada masyarakat dan perubahan kebijakan di level pemerintah. Artinya sebagai kekuatan perubahan, agenda perubahan tidak boleh berhenti pada level menuntut, melainkan memberi.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam konteks memberi inilah sebenarnya gerakan mahasiswa tengah membangun fondasi bagi lanskap masa depan bangsa yang akan dipimpinnya kelak. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus melihat persoalan bangsa ini dalam kerangka jangka panjang, bahwa ia hidup tidak semata untuk hari ini melainkan untuk masa depan yang di usianya kelak adalah usia yang layak memimpin.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Mahasiswa harus berani merebut masa kini dengan setting masa depan. Karenanya idealismenya sebagai mahasiswa harus terejawantah dalam cita-citanya yang terukur baik yang dapat dilakukan oleh dirinya maupun oleh masyarakat dan negaranya sebagai ruang pengaruhnya. Karena itu, mahasiswa harus melakukan rekayasa-rekayasa pergerakannya yang akan berpengaruh pada arah perubahan yang lebih baik di masa yang akan datang, baik dalam rekayasa politik, rekayasa sosial, maupun rekayasa akademiknya.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Konsekuensi logis dari hal ini maka mau tidak mau gerakan mahasiswa harus merekayasa dirinya dalam multiposisi. Baik sebagai insan akademik, maupun kaum muda progresif, mahasiswa harus fleksibel agar dapat lebih berkontribusi pada perubahan real di masyarakatnya. Mahasiswa harus intensif berdiskusi dengan banyak tema dan memperdalamnya berbasis kompetensi keahliannya dengan banyak kalangan.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;Narasi Baru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Setiap zaman memiliki jiwa zamannya (&lt;em&gt;zeit geist&lt;/em&gt;), ujar almarhum Kuntowijoyo. Jiwa zaman ini perlu diraba lebih mendalam dan ditinjau dari berbagai sudut, baik dalam sudut makro semisal kontinuitas dan diskontinuitas sejarah peradaban dan realitas global kekinian, maupun sudut mikro keindonesiaan dan kearifan lokal. Dalam hal ini kepekaan terhadap medan perjuangan dan perubahan di dalamnya menjadi niscaya penting bagi perumusan jiwa zaman yang tengah dihadapi.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Di samping itu, sebagai gerakan mahasiswa Islam (&lt;em&gt;harakah Islamiyah thullabiyah&lt;/em&gt;), KAMMI harus selalu berpijak pada Al-Qur&amp;rsquo;an dan As-Sunnah sebagai referensi utamanya. Dalam hal ini KAMMI harus melakukan objektifikasi nilai-nilai Islam dalam &lt;em&gt;public reason&lt;/em&gt; (logika umum) yang dapat diterima secara luas. Dalam koridor teks dan konteks inilah KAMMI dapat mengembangkan pola-pola pergerakan yang lebih kreatif dan kontributif bagi solusi persoalan bangsa yang dihadapi bersama dengan tidak meninggalkan karakter gerakannya sebagai gerakan Islam rasional-progresif.&lt;/p&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Citra KAMMI yang lebih melekat sebagai gerakan aksi (&lt;em&gt;the action group&lt;/em&gt;) harus bertransformasi diri menjadi citra referensi gerakan. Dalam hal ini, KAMMI harus bertransformasi diri dari &lt;em&gt;agent of change&lt;/em&gt; menjadi &lt;em&gt;director of change&lt;/em&gt;. Dari semata agen perubahan menjadi pengarah perubahan. KAMMI turut bertanggung jawab atas arah perjalanan reformasi bangsa ini agar reformasi ini memiliki arah yang jelas. Inilah yang harus dilakukan oleh KAMMI dalam menghadapi turbulensi situasi yang tidak terprediksikan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;Pertanyaannya adalah mampukah KAMMDA sukabumi berlayar dan berlabuh dengan nahkoda baru??????&amp;nbsp; , mampukah KAMMDA SUKABUMI memperkuat bergaining posisiontnya, kembali kepada asolah dakwah. Permasalahan dalam konteks lokal ke-sukabumian (primordial) adalah sebuah domain yang harus terus di guide oleh KAMMDA SUKABUMI.... Mampukah KAMMDA Sukabumi meningkatkan nilai kritis, analisis dan intelektual kadernya melalui internalisasi yang simultan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://mail.yimg.com/a/i/mesg/tsmileys2/23.gif&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;ingatlah kawan....... ........Jawabann ya ada di MUSDA KAMMI II Sukabumi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-indent: 0.5in&quot; align=&quot;justify&quot;&gt;mari kita jadikan momentum ini sebagai akselerasi menuju kepada mile stone (marhalah) bagi pergerakan selanjutnya. .....!!!! !!!!!!&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;</description>
      <author>kammi-sukabumi</author>
      <guid>17964</guid>
      <pubDate>Tue, 13 Jan 2009 13:32:00 UTC</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Puisi buat Pemuda Malas</title>
      <link>1507904/entry/17959/puisi-buat-pemuda-malas.html</link>
      <description>&lt;p&gt;Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati&lt;br /&gt; &amp;lsquo;bila kerendahhatianmu jadi alasan&lt;br /&gt; untuk mundur dari kompetisi&lt;br /&gt; Jangan pernah ingin mengalah&lt;br /&gt; bila hanya&lt;br /&gt; kamuflase untuk bersembunyi&lt;br /&gt; dari kelemahan jiwamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi ini gelora api yg berkobar&lt;br /&gt; dan debu yg berserak&lt;br /&gt; mendekatlah pada api spirit&lt;br /&gt; nyalakan hati yg lemah&lt;br /&gt; penuhilah kalbumu dg kemarahan&lt;br /&gt; marah karena malas&lt;br /&gt; marah karena tak pernah dewasa&lt;br /&gt; marah karena lemah hati&lt;br /&gt; marah karena tidak marah&lt;br /&gt; melihat kemajuan&lt;br /&gt; sedang kita selalu dalam kemunduran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjauhlah dari debu yg berserak&lt;br /&gt; karena debu tak pernah ciptakan sejarah&lt;br /&gt; karena debu adalah sampah&lt;br /&gt; yg selalu diinjak-injak waktu&lt;br /&gt; Tawadhulah di saat kemenangan&lt;br /&gt; karena saat itu&lt;br /&gt; kau bagai sedang berdiri&lt;br /&gt; di antara gunung dan ngarai&lt;br /&gt; terus naik ke puncak berikutnya&lt;br /&gt; atau meluncur ke ngarai yg terjal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menangislah di saat kalah&lt;br /&gt; karena air matamu akan jadi saksi&lt;br /&gt; bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu&lt;br /&gt; bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang&lt;br /&gt; bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan&lt;br /&gt; bahwa dirimu ingin sekali &amp;lsquo;bertobat&amp;rsquo;&lt;br /&gt; bertobat untuk tidak lagi berkubang&lt;br /&gt; dalam lumpur kemalasan&lt;br /&gt; dalam genangan perilaku tiada guna&lt;br /&gt; dalam lilitan kelemahan jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemuda itu cahaya&lt;br /&gt; dan api yg menyala&lt;br /&gt; yg dapat menerangi kegelapan&lt;br /&gt; asa dan harapan&lt;br /&gt; Pemuda itu pelopor&lt;br /&gt; pembawa obor masa depan&lt;br /&gt; penggerak nurani tua yg gersang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemuda itu Enerjik&lt;br /&gt; dinamis&lt;br /&gt; gelisah&lt;br /&gt; selalu bergeliat&lt;br /&gt; tak sabar akan waktu yg lambat&lt;br /&gt; marah pada kondisi stagnan&lt;br /&gt; yg tak berubah&lt;br /&gt; karena perubahan bukti harapan&lt;br /&gt; karena kemajuan tanda kedinamisan&lt;br /&gt; karena kediaman adalah kematian&lt;br /&gt; walau jasad bergerak&lt;br /&gt; walau jantung berdegup&lt;br /&gt; tapi jiwamu mati&lt;br /&gt; dan liang kuburmu&lt;br /&gt; adalah dirimu sendirirave&lt;/p&gt;</description>
      <author>kammi-sukabumi</author>
      <guid>17959</guid>
      <pubDate>Tue, 13 Jan 2009 13:27:00 UTC</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Puisi buat Pemuda Malas</title>
      <link>1507904/entry/17960/puisi-buat-pemuda-malas.html</link>
      <description>&lt;p&gt;Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati&lt;br /&gt; &amp;lsquo;bila kerendahhatianmu jadi alasan&lt;br /&gt; untuk mundur dari kompetisi&lt;br /&gt; Jangan pernah ingin mengalah&lt;br /&gt; bila hanya&lt;br /&gt; kamuflase untuk bersembunyi&lt;br /&gt; dari kelemahan jiwamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi ini gelora api yg berkobar&lt;br /&gt; dan debu yg berserak&lt;br /&gt; mendekatlah pada api spirit&lt;br /&gt; nyalakan hati yg lemah&lt;br /&gt; penuhilah kalbumu dg kemarahan&lt;br /&gt; marah karena malas&lt;br /&gt; marah karena tak pernah dewasa&lt;br /&gt; marah karena lemah hati&lt;br /&gt; marah karena tidak marah&lt;br /&gt; melihat kemajuan&lt;br /&gt; sedang kita selalu dalam kemunduran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjauhlah dari debu yg berserak&lt;br /&gt; karena debu tak pernah ciptakan sejarah&lt;br /&gt; karena debu adalah sampah&lt;br /&gt; yg selalu diinjak-injak waktu&lt;br /&gt; Tawadhulah di saat kemenangan&lt;br /&gt; karena saat itu&lt;br /&gt; kau bagai sedang berdiri&lt;br /&gt; di antara gunung dan ngarai&lt;br /&gt; terus naik ke puncak berikutnya&lt;br /&gt; atau meluncur ke ngarai yg terjal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menangislah di saat kalah&lt;br /&gt; karena air matamu akan jadi saksi&lt;br /&gt; bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu&lt;br /&gt; bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang&lt;br /&gt; bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan&lt;br /&gt; bahwa dirimu ingin sekali &amp;lsquo;bertobat&amp;rsquo;&lt;br /&gt; bertobat untuk tidak lagi berkubang&lt;br /&gt; dalam lumpur kemalasan&lt;br /&gt; dalam genangan perilaku tiada guna&lt;br /&gt; dalam lilitan kelemahan jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemuda itu cahaya&lt;br /&gt; dan api yg menyala&lt;br /&gt; yg dapat menerangi kegelapan&lt;br /&gt; asa dan harapan&lt;br /&gt; Pemuda itu pelopor&lt;br /&gt; pembawa obor masa depan&lt;br /&gt; penggerak nurani tua yg gersang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemuda itu Enerjik&lt;br /&gt; dinamis&lt;br /&gt; gelisah&lt;br /&gt; selalu bergeliat&lt;br /&gt; tak sabar akan waktu yg lambat&lt;br /&gt; marah pada kondisi stagnan&lt;br /&gt; yg tak berubah&lt;br /&gt; karena perubahan bukti harapan&lt;br /&gt; karena kemajuan tanda kedinamisan&lt;br /&gt; karena kediaman adalah kematian&lt;br /&gt; walau jasad bergerak&lt;br /&gt; walau jantung berdegup&lt;br /&gt; tapi jiwamu mati&lt;br /&gt; dan liang kuburmu&lt;br /&gt; adalah dirimu sendirirave&lt;/p&gt;</description>
      <author>kammi-sukabumi</author>
      <guid>17960</guid>
      <pubDate>Tue, 13 Jan 2009 13:27:00 UTC</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>
